Restorasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kampung Cibuluh
Keberadaan lahan terbengkalai (abandoned land) pada wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), khususnya di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabuapaten Bogor diketahui hingga bulan Juli 2026 lalu belum dilakukan pengelolaan secara aktif dan terintegrasi, baik oleh pihak TN maupun masyarakat, sehingga sebagian areanya masih dalam kondisi terbuka dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Oleh karena itu kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) melalui skema agroforestri di Kampung Cibuluh dilaksanakan agar tercapai Sustainable Land Use atau penggunaan lahan berkelanjutan, merupakan pemanfaatan lahan yang mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi ekosistem dalam jangka panjang (Adhim et al. 2025).
Kegiatan penanaman ini dimulai dengan tahapan persiapan, yang dimulai dengan melakukan koordinasi bersama Kelompok Kerja yang ada di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari. Koordinasi dan diskusi dilakukan untuk menyampaikan maksud dan tujuan serta rencana pelaksanaan kegiatan penanaman, seperti rencana kerja, persiapan alat dan bahan, serta keterlibatan kelompok dan tenaga kerja.
Pelaksanaan RHL di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor di lakukan di atas lahan seluas 1.5 ha dengan jumlah bibit sebanyak 1.050 bibit pohon yang terdiri dari bibit kopi arabika kopi arabika (Coffea arabica) dan bibit alpukat (Persea americana). Adapun bibit yang digunakan merupakan bibit hasil sambungan (grafting), yaitu bibit yang diperoleh melalui teknik perbanyakan vegetatif dengan menggabungkan bagian tanaman yang memiliki karakteristik unggul untuk menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan dan produktivitas yang lebih baik.
Pemilihan bibit tanaman kopi dipilih karena kesesuaian skema pemanfaatan lahan berbasis agroforestri yang mengintegrasikan fungsi ekologis dan ekonomis dalam satu sistem yang sama. Selain berperan dalam mendukung kelestarian dan produktivitas lingkungan, tanaman kopi juga memiliki potensi ekonomi yang baik, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Tahap selanjutnya dari kegiatan RHL di Kampung Cibuluh ialah pemasangan tagging yang berisi kode yang berisi informasi identitas tanaman yang ditanam untuk memudahkan proses inventarisasi, pelacakan, dan pemantauan bibit. Bersamaan dengan pemasangan tagging pada bibit yang siap tanam, para pekerja di Kampung Cibulu juga mulai melakukan penyiapan lahan untuk penanaman.
Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan penanaman dan pemantauan berkala pada bibit-bibit yang ditanam sesuai lubang tanam yang telah disiapkan dan telah disesuaikan jarak tanamnya.
Kegiatan RHL yang dilakukan ini didukung oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero). Melalui kegiatan RHL di Kampung Cibuluh, Kawungpitu Institute ingin menunjukkan bahwa pendekatan agroforestri dapat dijadikan opsi kuat untuk melakukan restorasi kawasan hutan dan lahan. Pendekatan agroforestri dipilih karena cenderung dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang ada di dalam sistem-sistem yang saling bersinggungan, yakni ekosistem hutan dan lahan, juga sistem hidup masyarakat yang ada di sekitarnya. Oleh karenanya, kegiatan RHL di Kampung Cibuluh dapat disebut sebagai aksi nyata Kawungpitu Institute dalam peningkatan produktivitas lahan terbengkalai di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Referensi
Adhim N, Ruth DM, Jalil A, Bimasena MA, Makkawaru Z. 2025. Sustainable land use practices: balancing agricultural productivity and environtmental conservation. The Journal of Academic Science. 2(2):596-604
Qolby FH, Fefriyanti DS. 2025. Pertumbuhan vegetatif bibit kopi arabika (Coffea arabica) pada jenis naungan berbeda. Jurnal Research Ilmu Pertanian. 5(2): 135-140
Pentagon Aset
Visualisasi dampak program (Skala 0-100%)
Modal Manusia (0%) [Rendah]
Catatan modal ini.
Modal Sosial (0%) [Rendah]
Catatan modal ini.
Modal Alam (0%) [Rendah]
Catatan modal ini.
Modal Fisik (0%) [Rendah]
Catatan modal ini.
Modal Finansial (0%) [Rendah]
Catatan modal ini.